Pages

Ngobrol gado-gado

Jumat, 22 Mei 2015

Selamat malam, Cinta.

Selamat malam, Cinta.
Apa kabarmu? Masih kah kamu tidak mengenali rupa hatimu?

Selamat malam, Cinta.
Sudahkah kamu mendengar lagu sendu yang aku dendangkan? Iya. Itu bercerita tentangku, yang nekat menggores namamu di hatiku dengan sebilah belati bermata tajam, meninggalkan luka yang berbuih darah.
Seperti itu aku mencintaimu.
Sakit. 
Perih.

Selamat malam, Cinta.
Pernahkah kamu membaca cerita tentang Rama dan Shinta? Aku adalah Rahwana yang kau benci, dan kau abaikan. Huh. Bahkan Rahwana pun berbahagia karena pernah mendekap Sinta. Aku? Jangan tanya.

Selamat malam, Cinta.
Terimakasih untuk pesonamu yang membuat hariku berbeda. Terimakasih untuk ribuan kupu-kupu di perut tiap kali kamu menyapa. Terimakasih untuk dentuman musik di dada tiap kali kamu tersenyum. Meski kamu tidak peduli, atau tidak menyadari.

Selamat malam, Cinta.
Tidurlah.
Hanya dengan begitu aku berharap bisa hadir di mimpimu.
Karena tidak mungkin untukku hadir di hatimu.



(Ditulis saat tidak sedang galau. Hanya sedang kebanyakan ide saja.)

Selasa, 04 November 2014

Jangan Menikahi Seorang Wanita Traveler

Jangan menikahi wanita traveler!

Wew, kenapa?
Berikut saya jabarkan alasannya.

1. Dia terlalu mandiri.
backpacker woman
Sumber: google.com
Dia sepenuhnya ngga akan bergantung padamu. Dia bisa melakukan apapun sendiri, dia bisa menyelesaikan apapun sendiri. Ngga akan ada sms siang bolong darinya, "Yank, kamu dimana? Ban mobilku kempes. Tolong gantiin dong." Yang ada hanya ceritanya, malam sebelum kalian tidur, "Yank tadi ban mobilkun kempes. Tapi aku uda ganti sendiri. Untungnya aku pernah belajar gimana caranya ngeganti ban mobil, buat jaga-jaga sih, takutnya kalo lagi traveling aku bakal ngehadapin kejadian kayak tadi." Iya! Dia terlalu prepare untuk kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nanti! Ah, kamu pasti akan ngerasa ngga dibutuhkan. Karna dia tidak akan merepotkanmu untuk hal-hal yang sepele yang kadang mengganggumu.
Jadi, jangan menikahi mereka.

Senin, 26 Mei 2014

Ketika Aku Memilih Pergi

Ketika aku memilih pergi, bukan karna aku sudah melupakanmu. Bukan. Bukan itu.
Hanya saja, aku ingin kau berbahagia dengan ketidakhadiranku.

Ketika aku memilih pergi, bukan karna aku sangat ingin pergi. Percayalah, aku susah payah bernafas menahan rindu yang tak bersuara padamu.

Ketika aku memilih pergi, bahkan cahaya matahari yang terang benderang ku anggap sendu. Redup. Karena cahayaku mati. Kamu.

Ketika aku memilih pergi, percayalah bahwa hatiku patah.
Patah sampai menjadi serpihan-serpihan kecil yang aku yakini akan sulit untuk ku sambung-sambungkan kembali.
Aku tidak akan mengeluh, walaupun hatiku kelu.

Ketika aku memilih pergi, jiwaku serasa menolak untuk berada didalam ragaku. Memberontak. Merongrong kesakitan. Berteriak meminta ampun, meminta sebelah hatiku kembali. Hati yang kini milikmu, tanpa pernah kau tahu bahwa hati itu tidak ingin beranjak darimu. Kubiarkan setengah hati yang kubawa pergi berdarah-darah tanpa pun aku berniat untuk mengobati dan membalutnya.

Ketika aku memilih pergi.....adakah kamu merindukanku?

Selasa, 06 Mei 2014

Rumah

Terkadang, suatu hubungan bisa diibaratkan sebagai rumah. Rumah yang bagus, tentu saja berpondasi yang kuat. Rumah yang tampak terawat dari luar, belum tentu didalamnya juga begitu.

Rumah, sebagaimana yang kita ketahui adalah tempat kita berteduh dari sengatan matahari yang luar biasa, dari dinginnya malam yang menusuk tulang-tulang, atau hujan deras yg membasahi tubuh yang membuat tidak nyaman.
Rumah adalah tempat kita bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman, melepaskan segala penat setelah seharian menjalani hidup yang kadang berat.

Jumat, 11 April 2014

Cause All of Me Loves All of You

'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you, oh

How many times do I have to tell you
Even when you're crying you're beautiful too
The world is beating you down, I'm around through every mood
You're my downfall, you're my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can't stop singing, it's ringing, in my head for you

My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind


(All of Me - John Legend)

Ngga ada yang ngga tau tentang lagu ini. Salah satu lagu favorite gue sepanjang tahun ini. Liriknya mesra, suara John Legend bikin pasrah, musiknya? Okay, lo harus mengakui bahwa lo bener-bener menikmatinya. Kan?

Minggu, 17 Maret 2013

Sahabat (The Evils and The Angels)

Saya mengubek-ubek notes, dan postingan terdahulu, tapi tidak menemukan postingan tentang sahabat. Padahal mereka adalah pembawa pengaruh penting di kehidupan saya.
Sahabat, bagi hidup saya, berada di urutan kedua setelah keluarga, dan berada di urutan atas dari pasangan. Bukan tanpa alasan saya berkata seperti itu, karena sahabat bagi saya adalah keluarga yang tidak mempunyai ikatan darah. Sahabat adalah sekelompok orang yang tidak begitu saja lari saat masalah mendekati saya. Mereka ikut maju bersama, dengan pakaian kebesaran masing-masing. Be an evil, or an angel.

Minggu, 10 Februari 2013

Ini Bintangku, Apa Bintangmu?

What you give, is what you get.
Mungkin ini adalah salah satu sifat saya (dari banyak sifat-sifat jelek lainnya) dalam berinteraksi dengan orang lain. Jika anda baik terhadap saya, saya pun akan ikut baik memperlakukan anda. Jika anda berlaku buruk terhadap saya, hal yang sama akan anda dapatkan pun dari saya. Jika anda cuek, well, I'll do worse. :)
Libra banget.